KAREBA SULTENG, PALU- Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido menegaskan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu tetap membuka pelayan pada hari Sabtu.
“Berdasarkan surat keputusan dari Gubernur Sulteng, bahwa pelayanan di RSUD Undata Palu tetap dibuka. Tidak usah takut, saya ada di depan rumah sakit ini,” tegasnya saat jumpa pers usai pelantikan Direktur Utama RSUD Undata Palu, di ruang aula RSUD Undata Palu, Senin (4/5/2026).
Lebih jauh, dr. Reny membeberkan bahwa program Berani Sehat telah melayani sebanyak 173 ribu masyarakat Sulawesi Tengah.
Terkait progres RSUD Undata Palu menjadi rumah sakit bertaraf internasional, dr. Reny menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan asistensi bersama Kementerian PUPR, dengan rincian anggaran pembangunan senilai Rp 315 milair, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Perencanaan rumah sakti sudah ada. Insyaallah dalam waktu dekat akan ditender. Kita doakan semua bisa terwujud,” ucapnya.
Kedepannya, RSUD Undata Palu akan menerapkan sistim Kelas Ruangan Inap Standar (KRIS). Dimana tidak ada lagi pasien kelas satu, dua dan tiga. Semua pasien disatukan dalam satu ruangan.
“Jadi BPJS sekarang menyatukan dalam satu ruangan pasien kelas satu, dua dan tiga dengan standar AC, kamar mandi,” jelas dr. Reny.
Namun katanya, sistim KRIS belum bisa diimplementasikan dalam waktu dekat, hal itu disebabkan masih dalam tahap pembahasan.
Sementara itu, Dirut RSUD Undata Palu, dr. Jumriani akan membuka ruang komunikasi dengan wartawan.
“InsyaAllah pintu selalu terbuka untuk teman-teman wartawan,” terangnya.**(FN)












