DAERAH  

Isu Pensiun Dini Kepala Bapperida Sigi Memanas, Agus: Murni Karena Keluarga

Kepala Baperida Sigi, Agus Munandar/foto: istimewa

KAREBA SULTENG, SIGI- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sigi, Agus Munandar, akhirnya angkat bicara terkait isu pengajuan pensiun dini yang belakangan ramai menjadi perbincangan publik.

Agus menyampaikan klarifikasi setelah muncul berbagai spekulasi dan opini di media sosial yang mengaitkan keputusan tersebut dengan dugaan tekanan maupun intervensi dari pihak tertentu, termasuk isu yang menyeret nama istri Bupati Sigi.

Ia dengan tegas membantah berbagai tudingan tersebut. Menurut Agus, rencana pensiun dini merupakan keputusan pribadi yang telah dipertimbangkan secara matang bersama keluarga.

“Keputusan ini murni karena pertimbangan keluarga dan tidak ada kaitannya dengan isu-isu yang beredar,” tegas Agus dalam rilis resminya, Jumat (7/8/2026).

Agus menjelaskan, alasan utama dirinya mengajukan pensiun dini karena kondisi keluarganya. Sang istri disebut telah lebih dahulu menetap di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Setelah seluruh tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kepala Bapperida diselesaikan, Agus berencana menyusul keluarganya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menggiring persoalan tersebut ke arah yang tidak sesuai dengan fakta.

“Saya prihatin dengan berbagai spekulasi yang berkembang. Silakan berpendapat, tetapi jangan sampai mengarah pada fitnah,” ujarnya.

Agus juga menegaskan bahwa keinginannya untuk mengajukan pensiun dini bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Rencana tersebut, kata dia, bahkan telah beberapa kali disampaikan kepada Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, jauh sebelum isu tersebut ramai diperbincangkan.

Namun, pengajuan resmi sengaja ditunda karena Agus ingin memastikan sejumlah tugas penting di lingkungan pemerintah daerah dapat diselesaikan terlebih dahulu, khususnya proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Saya memilih menunggu hingga RKPD selesai disusun. Setelah prosesnya berjalan dan memasuki tahapan berikutnya, saya menilai itulah waktu yang tepat untuk mengajukan pensiun dini,” jelasnya.

Bantah Ada Intervensi Istri Bupati

Agus turut membantah isu yang menyebut keputusan pensiun dininya dipengaruhi atau diintervensi oleh istri Bupati Sigi.

Ia mengakui memiliki komunikasi yang baik dengan istri Bupati. Namun, komunikasi tersebut menurutnya sebatas membahas berbagai program pembangunan daerah.

Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam komunikasi tersebut antara lain penanganan stunting, kemiskinan serta persoalan sosial yang menjadi bagian dari agenda pembangunan Kabupaten Sigi.

“Tidak pernah ada pembicaraan terkait jabatan ataupun urusan kepegawaian. Komunikasi kami hanya menyangkut program pemerintah,” katanya.

Menurut Agus, perhatian terhadap program pemerintah justru merupakan bentuk dukungan moral yang positif terhadap perangkat daerah agar semakin serius meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta komunikasi tersebut tidak ditafsirkan sebagai bentuk intervensi terhadap birokrasi ataupun keputusan personal seorang ASN.

Sementara itu, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae turut memberikan penjelasan terkait rencana pensiun dini Agus Munandar.

Rizal menyebut pengajuan tersebut memang berasal dari inisiatif Agus sendiri. Menurutnya, Agus datang secara langsung untuk menyampaikan keinginan mengajukan pensiun dini agar dapat diproses sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Bupati juga menegaskan tidak ada tekanan dari pihak mana pun dalam keputusan tersebut.

Agus pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sigi yang dinilainya telah menghormati keputusan pribadinya.

“Bupati sudah sangat baik kepada saya. Karena itu saya merasa perlu meluruskan informasi yang berkembang agar tidak ada pihak yang menjadi korban fitnah,” ungkap Agus.

Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang belum memiliki dasar dan sumber yang jelas.

“Saya berharap masyarakat lebih bijak menyaring informasi dan tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Agus menegaskan bahwa rencana pensiun dini yang diajukannya merupakan keputusan pribadi yang telah direncanakan sejak lama dan didasari pertimbangan keluarga, bukan akibat tekanan maupun intervensi dari pihak lain.**