DAERAH  

Tanggul Jebol, 90 Unit Rumah di Tomoli Utara Terendam Banjir

Banjir di Desa Tomoli Utara, Kabupaten Parigi Moutong/foto: polsek ampibabo

KAREBA SULTENG, PARIGI MOUTONG – Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Dusun I, Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (27/9/2026) pagi.

Banjir terjadi setelah tanggul penahan air di bantaran sungai jebol sehingga aliran air meluap dan menggenangi permukiman warga hingga ruas Jalan Trans Sulawesi.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sejak dini hari. Berdasarkan keterangan masyarakat di sekitar lokasi, hujan mulai turun sekitar pukul 03.00 WITA. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat disertai arus cukup deras hingga tanggul penahan air tidak mampu menahan debit air.

Sekitar pukul 05.30 WITA, air mulai meluap dan masuk ke kawasan permukiman warga.

Data sementara yang dihimpun di lokasi menunjukkan sekitar 90 rumah warga terdampak, terendam air bercampur lumpur. Selain itu, satu bangunan rumah mengalami kerusakan parah hingga hampir roboh. Rumah tersebut diketahui dalam kondisi tidak berpenghuni.

Banjir juga menyebabkan ruas Jalan Trans Sulawesi yang melintasi Desa Tomoli Utara tertutup material lumpur sehingga mengganggu akses masyarakat dan pengguna jalan.

Meski dampak banjir cukup luas, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, jumlah kerugian material masih dalam proses pendataan karena banyaknya rumah yang terdampak dengan kondisi, ukuran dan jenis bangunan yang berbeda.

Merespon kejadian tersebut, sekitar pukul 08.00 WITA, personel Polsek Ampibabo mendatangi lokasi untuk melakukan pemantauan, membantu proses evakuasi, membantu masyarakat membersihkan material lumpur serta melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak.

Kapolsek Ampibabo IPTU Ansaruddin, S.H., mengatakan pihaknya bersama personel terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah, khususnya mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan mengingat cuaca masih berpotensi hujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Personel kami sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat, melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar IPTU Ansaruddin.

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun wilayah yang rawan terdampak banjir diminta segera mengambil langkah antisipasi apabila debit air kembali meningkat.

“Jika kondisi air kembali naik atau terdapat tanda-tanda tanggul kembali jebol, masyarakat agar segera mengamankan diri dan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Jangan memaksakan diri bertahan di lokasi apabila situasi sudah membahayakan,” tambahnya.

Kapolsek juga mendorong pemerintah desa bersama instansi terkait untuk segera melakukan langkah penanganan, termasuk perbaikan tanggul, pembersihan saluran drainase serta normalisasi aliran air sebagai upaya mengurangi risiko banjir kembali terjadi.

Menurutnya, kondisi cuaca yang masih sering turun hujan membutuhkan kesiapsiagaan bersama antara masyarakat, pemerintah desa, aparat kepolisian dan instansi terkait.

“Koordinasi dan kewaspadaan bersama sangat diperlukan. Bhabinkamtibmas juga kami arahkan untuk aktif memberikan imbauan dan informasi peringatan dini kepada masyarakat di wilayah binaannya,” jelasnya.

Personel Polsek Ampibabo terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait untuk penanganan dampak banjir dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Polres Parigi Moutong mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetap mengikuti informasi dan arahan petugas, serta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.**