DAERAH  

Pengabdian “Sekolah Daun” Menguatkan Literasi Dasar Anak di Wilayah Akses Terbatas

Kegiatan pengabdian Sekolah Daun/foto: yayasan

KAREBA SULTENG, SIGI- Yayasan Rumah Literasi Ceria bersama Arutala Sigi melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk Sekolah Daun di Desa Mantikole, Dusun Topesino, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah

Program ini mengangkat tema “Pemberdayaan Sekolah dalam Penguatan Literasi Dasar melalui Pembelajaran Menyenangkan Berbasis Alam” sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan dasar di wilayah dengan akses terbatas.

Perjalanan menuju lokasi kegiatan menempuh waktu kurang lebih 8 jam dengan kondisi geografis pegunungan pada ketinggian sekitar 1.100 mdpl. Hal ini mencerminkan tantangan nyata dalam menjangkau layanan pendidikan secara merata, sekaligus menunjukkan bahwa masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian dan kolaborasi bersama, khususnya dalam aspek akses dan fasilitas pendidikan.

Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan relawan yang terbagi dalam beberapa kelompok pengajar. Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu (2/5/2026) dengan perjalanan, pembukaan, serta briefing teknis.

Pada Minggu (3/5/2026), kegiatan difokuskan pada program inti berupa bakti sosial, pembelajaran Calistung (membaca, menulis, berhitung), sosialisasi pencegahan pernikahan dini, serta penyaluran donasi alat tulis kepada anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, relawan menemukan bahwa kondisi sarana belajar masih sederhana dan membutuhkan penguatan agar proses belajar dapat berlangsung lebih optimal. Hal ini menjadi catatan penting sekaligus peluang untuk memperluas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Program Sekolah Daun dirancang dengan pendekatan kontekstual berbasis alam, sehingga anak-anak dapat belajar melalui lingkungan sekitar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Fokus pembelajaran meliputi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung dasar, serta penguatan keberanian dan partisipasi aktif peserta didik.

Ketua pelaksana kegiatan, Imron menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kecil yang diharapkan memberi dampak berkelanjutan.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak pihak dapat terlibat dalam mendukung anak-anak di wilayah seperti Mantikole,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan keberlanjutan program serupa di masa mendatang. Melalui Sekolah Daun, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pemerataan pendidikan memerlukan sinergi berbagai pihak, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *