IMG-20240202-WA0057-1

Merajut Asa Dari Puing Bencana Likuefaksi

Oleh: Dr. Anshar Munir, S.Sos, M.Si/Akademisi

PALU- Perkenalan pertama menaruh kesan. Pertemuan kedua meninggalkan kebahagiaan, dan perjumpaan ketiga memperkokoh persaudaraan. Ungkapan kalimat ini serasa mewakili begitu mengembirakan perasaan dalam pertautan persahabatan dengan rekan rasa saudara ini.

Lahir di Buol, 21 Desember 1973, Jupri DJ Latantu atau handai tolan biasa memanggilnya Jufri, sosok humoris dan humbel ini, kerap menghadirkan kejenakaan dalam setiap percakapan. Menunjukankan begitu mahirnya dalam merajut tali-temali persahabatan. Pilihan diksi dalam penyampaian tema diskusi terbilang pintar lagi cerdas. Hampir semua dari kami sahabatnya meng’amini kondisinya.

Sosoknya yang mampu memberi senyum dan keceriaan pada wajahnya, takkala rundungan masalah terberat yang menerpanya. Bagaimana tidak ! seluruh aset yang diperjuangan dari tahun ke tahun bersama keluarga kecilnya, dalam waktu sekejap lenyap ditelan Likuefaksi pada bencana alam dahsyat yang terjadi tanggal 28 September 2018 silam. Diantaranya sebuah percetakan.

Ketegarannya menghadapi takdir sang pencipta dengan tetap berserah, bersikap optimis serta menanti hikmah di balik cobaan, bisa memberi pembelajaran mahal bagi kita semua. Raut kesedihan dan gunda-gulana mampu di tepis dengan jiwa optimis dalam menyongsong masa depan.

Jufri bukan hanya besar hati, melainkan menyimpan karya yang mumpuni dalam pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palu. Jejak rekam karyanya dapat mudah di telisik dan di telusur melalui testimoni dan pengakuan rekan sejawatnya.

Berkerja dengan dedikasi yang optimal menjadi misinya dalam mengambil pilihan sebagai ASN Kota Palu. Dibalik “tangan dinginnya”, banyak terobosan yang dilakukan dalam menghadirkan pelayanan terbaik di pusat kesehatan masyarakat Sangurara Kota Palu. Sebagai contoh hadirnya media penayangan lensa kesehatan sangurara yang dijadikan sumber informasi kesehatan bagi masyarakat merupakan ‘best practice’, Maka tak berlebihkan jika hasil karyanya dijadikan contoh baik yang dilakukan oleh layanan kesehatan di daerah lain.

Jika derajat kecerdasan tolak ukurnya kualifikasi pendidikan, maka bisa di pastikan ia tak menjadi bagian kategori cerdas. Namun jika barometernya pengalaman, maka sosok seorang Jufri bisa menjadi salah satu yang di perhitungan. Kreatifitas dan Inovatif yang inhern melekat pada pribadinya. Keingintauan yang teramat ekstrim menjadikan belajar dan terus belajar sebagai ‘Nutrisi’ dalam menjalani tugas dan perannya.

Lontaran ide dan gagasan kerapkali melampaui derajat keilmuan yang ia miliki. sebut saja keinginannya menjadikan layanan kesehatan berbasis digitalisasi yang sedang dilakukan. Meskipun latarbelakang pembelajarannya tak bersentuhan dengan sistem informatika, namun Jufri adalah pembelajar yang cepat dan menyesuaikan era kekinian yang sejalan dengan kebutuhan layanan prima.

Dibalik semua itu, Jufri masih terus melanjutkan perjuangan untuk menempatkan diri pada passion yang dikehendaki. Pengamatan beberapa kolega seperjuangannya menyebut dengan rada klise bahwa, ‘masih jauh panggang dari pada api’, bukan disebabkan ketidakmampuan, namun lebih pada hal kejelian pengambil kebijakan dalam menangkap potensi yang punyai. Garapan tugas baru menuntun dirinya terus menyemangati agar maksimal menjalankan peran.

Dinas Kominfo Kota Palu menangkap potensi terpendam dari sisi lain pada pribadinya. Kemampuan komunikatif yang dimilikinya dipandang tepat untuk mengisi kekosongan reportase yang terjadi di dinas tersebut. Sebagai upaya memperkokoh tugas dan fungsi sebagai corong informasi Pemerintah Kota Palu.

Bentuk inovasi dan kreatifitas lainnya, Jufri juga mengelola sebuah Chanel YouTube ER 5 Podcast yang berada di seputaran Rumah Jabatan Wali Kota Palu (Studio DMI Palu).

Selamat berjuang sahabat, sematkan asamu di tiang tertinggi agar kelak diposisikan sebagai sosok yang memberi manfaat bagi orang lain. Meskipun luput dari kata dihargai. Mengutip pesan bijak dari sahabatmu Marwan, BBA, ‘Jangan berhenti meniti harapan hanya karena keterbatasan. Berpaculah meraih harapan tanpa harus melebarkan kekecewaan”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *