DAERAH  

Kaban BPBD Donggala Pastikan Penanganan Bencana Alam Cepat dan Terkoordinasi

Kaban BPBD Donggala bersama Bupati Donggala saat meninjau banjir/foto: SR

KAREBA SULTENG, DONGGALA- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Abdul Muin memastikan penanganan bencana alam akibat terdampak banjir luapan air sungai di sejumlah wilayah akan ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Ia mengungkapkan bahwa pasca bencana tersebut mengakibatkan longsor dan jembatan terputus.

“Ini menjadi perhatian utama kami untuk mempercepat pemulihan. Untuk sementara pemerintah daerah menyiapkan jembatan darurat,” jelas Muin saat peninjauan lokasi bencana di Kecamatan Tanantovea dan Labuan, Senin (12/1/2026).

Adapun sejumlah wilayah yang dikunjunginya antara lain Desa Wani Lumbupetigo serta Wani I, II, dan III. Selanjutnya ke Desa Labuan Kungguma, Lumbubaka dan Toposo serta ke Dusun Sirere.

Penegasan ini langsung diinstruksikan oleh Bupati Donggala, untuk bergerak cepat menangani beberapa wilayah yang terdampak bencana alam tersebut.

Ia juga menyebutkan berdasarkan data sementara BPBD Donggala, dampak banjir yang terjadi sejak bulan Januari 2026 berdampak pada 6 Kecamatan di 20 Desa. Dari kejadian ini mengakibatkan 10 bangunan rumah milik warga rusak dan tiga jembatan terputus serta jalan nasional penghubung Trans Sulawesi di Kelurahan Ganti juga rusak parah, begitu pun talud di Desa Wani I.

“Jembatan di Labuan Kungguma putus total dan tidak bisa dilalui. Kita akan bangun jembatan sementara, agar aktivitas dan mobilitas warga bisa segera pulih,” tutur Muin.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan penanganan pemerintah daerah dalam menetapkan status tanggap darurat bencana di enam kecamatan tersebut.**(Sr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *