KAREBA SULTENG, PALU- Perilaku seks menyimpang Laki-laki Suka Laki-laki (LSL) menjadi salah satu faktor penyebab kasus HIV AIDS di Kota Palu
“Berdasarkan data, penyebab kasus HIV AIDS di Kota Palu diantaranya Laki-Laki suka Laki-Laki, PSK, melalui jarum suntik pengguna narkoba,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin saat Podcast BaCas (Bacarita Sabtu) di caffe Nagaya Palu, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, pengidap HIV AIDS di Kota Palu mayoritas usia produktif 20 hingga 50 tahun dan didominasi jenis kelamin laki-laki.
HIV AIDS di Kota Palu hingga saat ini sebanyak 2.024 kasus. Data tersebut merupakan akumulasi mulai tahun 2002 hingga bulan Mei 2026.
Penyebaran HIV AIDS sebut Kadis Kesehatan, diantaranya melalui hubungan seks, jarum suntik.
“Penularannya bukan melalui pegangan tangan, duduk bersama. Namun melalui seks dan jarum suntik,” jelasnya.
Pemerintah Kota Palu membuka ruang bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan atau deteksi dini HIV AIDS di Puskesmas.
“Jika ada keluarga yang ingin memeriksakan HIV AIDS, silahkan datang ke Puskesmas. Rahasianya tetap terjaga,” ucap Kadis Kesehatan.
Hingga saat ini lanjut Kadis Kesehatan, belum ada obat yang bisa membunuh virus HIV AIDS. Penanganan pada pasien yang terinveksi, diberikan obat (ARV) hanya untuk membuat virusnya “tertidur”.
“Jika seseorang sudah terinveksi HIV AIDS, maka itu seumur hidup. Pasien diberikan obat ARV yang hanya membuat virus tersebut tertidur,” terangnya.
Penghujung kegiatan, Kadis Kesehatan Kota Palu mengimbau segenap masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan berolahraga, pola makan yang sehat, serta setia terhadap pasangan.
“Ayo kita bersama memerangi HIV AIDS. Mari kita bergandengan tangan untuk menjaga Kota Palu,” pungkasnya.**(FN)













