KAREBA SULTENG, PALU- Gubernur Anwar Hafid secara resmi melepas 1.751 jemaah haji asal Sulawesi Tengah di Asrama Haji Palu, Kamis (7/5/2026).
Dalam suasana penuh haru dan khidmat, Gubernur mengingatkan para calon tamu Allah bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar soal antrean, melainkan panggilan langsung dari Allah SWT.
Didampingi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah serta para pendamping haji, Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat berkumpul dalam kondisi sehat sebelum memulai perjalanan panjang menuju Balikpapan, lalu melanjutkan penerbangan ke Makkah dan Madinah.
“Bapak dan Ibu malam ini bukan hanya menjalani perjalanan biasa. Ini perjalanan mulia karena yang mengundang adalah Allah SWT, pemilik alam semesta,” ujar Anwar Hafid di hadapan ribuan jemaah.
Ia menegaskan, banyak orang memiliki keinginan berhaji, namun tidak semua mendapatkan kesempatan berangkat. Karena itu, para jemaah diminta mensyukuri nikmat dan panggilan yang telah diberikan Allah SWT tahun ini.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid juga membagikan kisah inspiratif seorang penjual nasi kuning di Makassar yang selama bertahun-tahun menyisihkan uang Rp5 ribu setiap hari demi mewujudkan impiannya berziarah ke Tanah Suci. Menurutnya, secara logika manusia, perempuan tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa berhaji. Namun karena keyakinan dan kehendak Allah, seorang pelanggan akhirnya membiayai keberangkatannya.
“Kalau Allah sudah memanggil, tidak ada yang tidak mungkin. Haji dan umrah bukan semata-mata karena kemampuan kita, tetapi karena kehendak Allah,” katanya.
Anwar Hafid menyebut kisah tersebut sebagai bukti nyata bahwa perjalanan haji merupakan undangan istimewa dari Allah SWT. Ia bahkan membandingkannya dengan kebanggaan saat menerima undangan menghadiri upacara kenegaraan di Istana Presiden.
“Kalau gubernur atau presiden yang mengundang saja kita merasa bangga, apalagi Allah SWT yang mengundang langsung ke Baitullah,” ucapnya disambut takbir para jemaah.
Gubernur juga mengingatkan para calon haji agar menjaga kesehatan, memperkuat niat ibadah, serta menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, keyakinan bahwa Allah yang mengundang akan membuat seluruh rangkaian ibadah terasa lebih ringan.
“Kalau kita sadar yang mengundang adalah Allah, maka tidak ada yang berat dalam perjalanan ini. Allah pasti menjaga dan memudahkan seluruh proses ibadah Bapak dan Ibu,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Anwar Hafid juga menyinggung status Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu yang kini telah berstatus internasional. Menurutnya, status tersebut menjadi peluang besar bagi Sulawesi Tengah untuk membuka penerbangan internasional, termasuk penerbangan umrah dan haji di masa mendatang.
Ia berharap keberadaan bandara internasional di Palu dapat semakin mempermudah pelayanan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya para jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Pelepasan jemaah berlangsung penuh haru. Sejumlah keluarga tampak mengiringi keberangkatan sanak saudara mereka dengan doa dan air mata, berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur.**












