Pemkot Palu Diminta Perkuat Kesiapsiagaan dan Edukasi Cegah Kebakaran

Anggota Komisi B DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur/foto: istimewa

KAREBA SULTENG, PALU- Tingginya kejadian kebakaran di Kota Palu akhir-akhir ini menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Palu diminta meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran, terlebih di tengah kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.

Anggota Komisi B DPRD Kota Palu sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS, Nurhalis Nur, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026) mengatakan pemerintah perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi penyebab dan bahaya kebakaran.

Menurutnya, edukasi tidak cukup dilakukan secara terbatas, tetapi harus disampaikan secara masif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari camat, lurah, RT/RW hingga unsur masyarakat lainnya.

“Pemerintah juga perlu terus memberikan peringatan dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai penyebab serta bahaya kebakaran. Edukasi tersebut harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh stakeholder,” ujar Nurhalis.

Ia menilai, penyampaian pesan pencegahan kebakaran juga dapat memanfaatkan fasilitas rumah ibadah agar jangkauan informasi kepada masyarakat semakin luas.

“Jika memungkinkan, imbauan dan edukasi pencegahan kebakaran juga dapat disampaikan melalui masjid dan rumah-rumah ibadah lainnya,” katanya.

Selain lingkungan masyarakat, Nurhalis meminta perhatian khusus diberikan kepada keluarga, terutama para orang tua. Pengawasan terhadap anak-anak perlu ditingkatkan, khususnya terkait penggunaan korek api, kompor, peralatan listrik dan berbagai peralatan rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran.

“Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan korek api, kompor, alat-alat listrik, dan berbagai peralatan rumah tangga lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran apabila digunakan tanpa pengawasan,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga meminta Pemkot Palu memperketat pengelolaan dan penanganan sampah. Sampah yang berserakan, terutama dalam kondisi kering, dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Karena itu, menurut Nurhalis, pencegahan kebakaran tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh stakeholder serta partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman.

“Dengan kesiapsiagaan, edukasi, pengawasan, serta pengelolaan lingkungan yang baik, kita dapat bersama-sama menekan risiko kebakaran di Kota Palu,” pungkasnya.**