Dekan FKM Untad Klarifikasi Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan Radar Sulteng

Jumpa pers Dekan FKM Untad Palu bersama media/foto: Firmansyah

KAREBA SULTENG, PALU- Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) Palu, RN memberikan klarifikasi terkait dinamika dan pemberitaan mengenai interaksinya dengan seorang wartawan Radar Sulteng pada Rabu, 16 September 2026.

Dalam jumpa pers bersama sejumlah media, di ruang rapat gedung FKM Untad, Sabtu (26/9/2026), Dekan FKM Untad menyampaikan penghormatan terhadap profesi jurnalistik serta menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk merendahkan, menghalangi maupun tidak menghormati tugas wartawan.

Ia menjelaskan, sikap dan kata-kata yang disampaikan saat kejadian merupakan reaksi spontan karena merasa terkejut dengan situasi yang berlangsung secara tiba-tiba.

Menurutnya, saat itu seseorang mendekat dan langsung menyodorkan telepon seluler ke arah wajahnya untuk melakukan wawancara tanpa adanya pemberitahuan, atau janji pertemuan sebelumnya.

“Dalam situasi yang serba mendadak tersebut muncul rasa kaget, takut dan tidak aman secara personal, apalagi saya perempuan,” ucapnya.

Ia menuturkan, kejadian tersebut berlangsung setelah dirinya memimpin rapat evaluasi Berani Magaya dan pembagian APD bersama dosen serta mahasiswa.

Karena merasa kaget setelah dihadang secara tiba-tiba di depan pintu, ia memilih kembali masuk ke ruang rapat sebagai upaya mengamankan diri. Namun, menurutnya, wartawan tersebut kemudian masih mengejarnya hingga masuk ke ruang rapat yang di dalamnya terdapat dosen dan mahasiswa.

Ia menilai situasi tersebut membuat dirinya merasa ruang privasinya tidak dihormati.

Dekan FKM Untad juga menjelaskan bahwa pernyataan spontan yang disampaikannya saat itu muncul karena merasa terdesak dan seolah-olah dihakimi terkait persoalan pembebanan APD kepada mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa sejak awal kegiatan turun ke lapangan, telah dilakukan pembagian APD secara gratis.

Karena itu, menurutnya, pernyataan yang keluar saat kejadian merupakan respons spontan terhadap situasi yang dihadapinya, bukan tindakan yang sengaja dilakukan untuk merendahkan atau mengabaikan profesi wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kerja jurnalistik apabila proses wawancara dilakukan secara profesional dengan memperhatikan situasi dan privasi narasumber.

“Seandainya para wartawan datang secara profesional, memperlihatkan kartu wartawannya serta menjaga hak privasi saya, apalagi saya perempuan, maka sebagai manusia biasa saya juga akan sangat terbuka dan kekeluargaan menerima rekan-rekan semuanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keterbukaan untuk membangun komunikasi yang baik dengan kalangan pers apabila terdapat perkataan atau sikap dalam dinamika kejadian tersebut yang dirasa kurang berkenan.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga proses wawancara maupun penyampaian informasi dapat berlangsung secara kondusif.

Dalam klarifikasinya, Dekan FKM Untad juga menyebut bahwa dirinya telah bertemu dengan wartawan yang bersangkutan bersama pengacaranya.

Pertemuan tersebut, menurut dia, berlangsung secara baik dan telah menghasilkan kesepahaman bahwa persoalan tersebut cukup diklarifikasi dan diperbarui informasinya.

Ia menilai komunikasi dalam pertemuan tersebut berlangsung dengan baik dan sopan.

Di akhir komunikasi, ia juga menyampaikan pesan melalui WhatsApp kepada wartawan tersebut. Ia menyebut pesan itu sebagai bentuk nasihat seorang ibu kepada anaknya agar berhati-hati dalam setiap langkah yang dilakukan.

“Sebagai seorang ibu hanya bisa menasihati harus hati-hati dalam setiap langkah-langkah,” demikian isi pesannya sebagaimana disampaikan dalam klarifikasi.

Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan persepsi yang berkembang serta menjadi titik temu untuk menjaga hubungan baik antara institusi pendidikan dan insan pers dalam menjalankan tugas masing-masing.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Ahmad Ramadhan, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, dr. Imade Tangkas, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dr. Moh Jusman Rauf, Ketua Prodi, Nurhaya, Sekertaris Dekan, Uci.**(FN)