KAREBA SULTENG, PALU- Pengurus Provinsi (Pengprov) ASKI Sulawesi Tengah sukses melaksanakan Ujian DAN (sabuk hitam) yang diikuti 17 karateka ASKI Sulteng di Palu, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi perkembangan perguruan ASKI di Sulawesi Tengah. Pasalnya, ujian DAN ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan Pengprov ASKI Sulteng sejak perguruan tersebut aktif di Sulawesi Tengah pada 2015.
Pengprov ASKI Sulawesi Tengah berada di bawah kepemimpinan Dr. Abdul Rachman Thaha, M.Si atau yang akrab disapa ART.
Meski pelaksanaan ujian dilakukan secara virtual dan dimotori langsung oleh Perguruan Pusat ASKI yang berkedudukan di Jakarta, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para karateka muda atau kohay ASKI Sulteng.
Sebanyak 17 peserta mengikuti seluruh rangkaian ujian dan dinyatakan lulus. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama para pelatih, kohay, serta dukungan orang tua yang terus memberikan dukungan, baik tenaga maupun materi.
Pengprov ASKI Sulteng menilai kegiatan ini menjadi titik balik dalam upaya membangun regenerasi atlet sekaligus memperkuat keberadaan perguruan ASKI di Sulawesi Tengah.
Dengan adanya ujian DAN, diharapkan semakin banyak karateka muda yang memiliki jenjang dan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan serta membawa nama baik ASKI Sulteng di berbagai ajang prestasi.
Pembina ASKI Sulteng, Dr. Rachman Ansyari Malaba, M.Pd, berpesan kepada para kohay yang telah berhasil lulus ujian DAN agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, pencapaian sabuk hitam bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Jangan cepat puas dengan apa yang telah diraih. Walaupun masih di usia muda, tetaplah berlatih dan kejar prestasi,” pesan Rachman.
Ia berharap para karateka yang telah lulus dapat menjadi generasi penerus yang mampu membesarkan ASKI sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan olahraga karate di Sulawesi Tengah.**













