KAREBA SULTENG, PALU- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Palu terus memperkuat program unggulan pendidikan dengan mendorong penerapan budaya berbahasa Inggris di lingkungan sekolah.
Program tersebut ditargetkan berkembang hingga menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua yang digunakan siswa dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.
Kepala SMPN 1 Palu, Yusri, S.Pd., M.Pd., mengatakan program budaya bahasa Inggris menjadi salah satu prioritas utama sekolah. Program itu telah mulai diterapkan sejak tahun sebelumnya melalui pembentukan kelas khusus bahasa Inggris.
“Program yang saat ini menjadi perhatian utama adalah bagaimana kita menerapkan budaya bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Palu,” ujar Yusri di ruang kerjanya, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, setiap siswa yang telah dinyatakan diterima melalui jalur penerimaan resmi, baik zonasi, afirmasi, prestasi maupun mutasi, selanjutnya mengikuti tes bahasa Inggris dan tes kemampuan membaca Al-Qur’an.
Untuk tes bahasa Inggris, siswa mengikuti dua tahapan, yakni tes tertulis dan wawancara. Hasil tes tersebut bukan menentukan siswa diterima atau tidak di SMPN 1 Palu, melainkan menjadi dasar pemetaan untuk menentukan siswa yang masuk kelas khusus bahasa Inggris.
“Ketika mereka sudah diterima menjadi siswa SMP 1, kita lakukan tes bahasa Inggris. Ada dua tes, pertama tertulis dan kedua wawancara. Hasilnya menentukan apakah mereka masuk kelas bahasa Inggris atau kelas lainnya,” jelasnya.
SMPN 1 Palu saat ini memiliki 11 ruangan belajar. Dari jumlah tersebut, terdapat dua kelas khusus bahasa Inggris untuk siswa kelas VII dan dua kelas untuk kelas VIII.
Dengan demikian, saat ini terdapat empat kelas yang menerapkan budaya bahasa Inggris secara lebih intensif.
Siswa yang masuk kelas bahasa Inggris diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas tertentu, tidak hanya ketika mengikuti mata pelajaran bahasa Inggris. Bahkan, saat jam istirahat maupun aktivitas lain di lingkungan sekolah, mereka didorong untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Aturan tersebut telah disosialisasikan kepada siswa dan orang tua sebagai bagian dari sistem pembinaan kelas khusus bahasa Inggris.
Selain kelas bahasa Inggris, SMPN 1 Palu juga memiliki kelas khusus bagi siswa yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dan mengaji yang baik, yakni kelas Abad atau Ali bin Abi Thalib.
“Untuk yang kemampuan mengajinya bagus, kita masukkan ke kelas Abad Ali bin Abi Thalib. Mereka dibimbing dan dipacu untuk membaca Al-Qur’an serta menghafal,” katanya.
Yusri menjelaskan, keberadaan dua kelas unggulan tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mengembangkan potensi siswa berdasarkan kemampuan masing-masing.
Ke depan, SMPN 1 Palu tidak hanya ingin menambah jumlah kelas bahasa Inggris, tetapi juga memperkuat program pendampingan dan evaluasi secara berkala. Evaluasi akan dilakukan setiap semester untuk melihat perkembangan kemampuan bahasa Inggris siswa.
“Target kita tahun ajaran baru tahun depan, SMPN 1 Palu sudah menerapkan budaya bahasa Inggris. Jadi ada dua bahasa yang digunakan, dan bahasa Inggris menjadi bahasa kedua bagi anak-anak,” ungkapnya.
Yusri menegaskan, penerapan budaya bahasa Inggris tersebut dilakukan secara bertahap. Tahun ini, sekolah masih fokus pada empat kelas yang telah terbentuk, sembari menyiapkan berbagai program pendamping agar penerapannya dapat diperluas pada tahun ajaran berikutnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat membawa SMPN 1 Palu menuju sekolah yang memiliki lingkungan pembelajaran bilingual, sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris para siswa sejak jenjang pendidikan menengah pertama.**(FN)













