KAREBA SULTENG, PALU- Himpunan Mahasiswa Arsitektur Universitas Tadulako (HIMA ART) melakukan pertemuan dengan Wali Kota Palu di Rumah Jabatan Wali Kota Selasa (4/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Palu tersebut, menjadi ruang dialog antara Pemerintah Kota Palu dan mahasiswa, khususnya terkait rencana delegasi Fakultas Teknik Universitas Tadulako untuk mengikuti Pertemuan Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia (PKMAI) yang akan berlangsung di Makassar.
Dalam audiensi itu, perwakilan HIMA Arsitektur Untad, Khalid, menyampaikan bahwa PKMAI merupakan forum nasional yang mempertemukan mahasiswa arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Forum tersebut menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan, gagasan, pengalaman, serta membahas berbagai perkembangan dalam dunia pendidikan dan keilmuan arsitektur.
Khalid menjelaskan, keikutsertaan mahasiswa Untad dalam kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan kualitas pendidikan arsitektur di Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa dari kawasan timur Indonesia perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“PKMAI merupakan Pertemuan Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi mengenai pendidikan arsitektur. Kami ingin mendorong pemerataan kualitas pendidikan, sehingga ilmu yang diperoleh mahasiswa di Sulawesi, Papua maupun daerah lainnya dapat setara dengan yang diperoleh teman-teman di Pulau Jawa,” ujar Khalid.
Untuk mendukung keberangkatan delegasi tersebut, HIMA ART turut menyampaikan permohonan dukungan kepada Pemerintah Kota Palu.
Dukungan yang diharapkan berupa video ucapan dari Wali Kota Palu serta bantuan untuk menunjang keberangkatan mahasiswa menuju Makassar.
Khalid mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam persiapan keikutsertaan mahasiswa.
Kondisi tersebut semakin terasa dengan adanya kebijakan efisiensi yang berdampak terhadap pendanaan berbagai kegiatan kemahasiswaan.
“Kami meminta dukungan Bapak Wali Kota berupa video ucapan dan, apabila memungkinkan, bantuan untuk keberangkatan kami. Saat ini kampus maupun pemerintah sedang menghadapi kebijakan efisiensi sehingga kami berupaya membangun jejaring dan mencari dukungan dari berbagai pihak agar tujuan kami mengikuti PKMAI dapat tercapai dengan baik,” jelasnya.
Khalid mengapresiasi respons positif yang diberikan Wali Kota Hadianto Rasyid dalam audiensi tersebut.
Menurutnya, sambutan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap pengembangan potensi dan kapasitas mahasiswa.
Ia berharap dukungan dan perhatian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya serta membawa nama baik Universitas Tadulako dan Kota Palu dalam berbagai ajang akademik di tingkat nasional.
Tidak hanya membahas PKMAI, pertemuan tersebut juga berkembang menjadi diskusi mengenai pembangunan infrastruktur dan ruang publik di Kota Palu.
Sebagai mahasiswa arsitektur, HIMA ART menilai pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam membentuk karakter sebuah kota.
Infrastruktur yang dirancang dan dikelola dengan baik, menurut mereka, akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan.
Salah satu ruang publik yang mendapat apresiasi mahasiswa adalah kawasan Vatulemo.
Kawasan tersebut dinilai mampu menjadi ruang interaksi dan aktivitas masyarakat yang dimanfaatkan secara aktif, mulai dari pagi hingga malam hari, khususnya untuk berolahraga dan berbagai kegiatan masyarakat.
“Sebagai mahasiswa arsitektur, perhatian kami tentu pada pembangunan infrastruktur. Infrastruktur merupakan wajah sebuah kota. Jika infrastrukturnya baik, maka masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Khalid.
Ia berharap pembangunan infrastruktur dan ruang publik di Kota Palu dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap pembangunan infrastruktur di Kota Palu terus ditingkatkan agar kota ini semakin nyaman dan berkualitas,” pungkasnya.
Audiensi tersebut sekaligus memperkuat ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia serta menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan Kota Palu.**













