DAERAH  

Program Berani Sehat dan Berani Cerdas Dilirik Provinsi Lain

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido/foto: Firmansyah

KAREBA SULTENG, PALU- Program Berani Sehat dan Berani Cerdas besutan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, mulai dilirik beberapa provinsi yang ada di Indonesia.

“Sudah ada lima provinsi yang tertarik dan ingin mempelajari program Berani Sehat,” ungkap Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido saat jumpa pers pencapaian program Berani di Kantor Bappeda Sulteng, Jalan Moh Yamin, Kota Palu, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, beberapa kepala daerah hingga Menteri Kesehatan mempertanyakan bagaimana kiat program Berani ditengah efisensi anggaran saat ini.

“Kalau saya mengikuti kegiatan di luar daerah, seluruh wakil gubernur bertanya bagaimana kiat program Berani Cerdas dan Berani Sehat ditengah efisiensi anggaran,” terangnya.

Dampak positif dari program Berani Sehat lanjut Wagub Sulteng, pasien yang datang berobat ke Rumah Sakit melonjak drastis. Dengan estimasi sebanyak 181 ribu orang. Dengan anggaran sejumlah Rp 68 miliar lebih.

“Berani cerdas diperuntukan bagi masyarakat yang BPJS telah dinonaktifkan. Begitu pasien masuk rumah sakit langsung dilayani dengan program Berani Sehat. Yang penting mau dirawat di kelas tiga,” ucapnya.

Sementara itu, program Berani Cerdas sejak tanggal 13 April 2025 hingga saat ini, telah melayani sebanyak 23.568 pelajar.

“Jika tidak ada efisiensi anggaran Rp 1,2 triliun kemarin, bukan hanya ini saja yang kami buat, tapi akan banyak program lainnya,” jelas Wagub Sulteng.

Kegiatan jumpa pers dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, dan wartawan.**(FN)