KAREBA SULTENG, PALU- Sekitar lima ratusan warga Muhammadiyah, civitas akademika Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh Palu), dan jamaah Masjid Ulil Albab, menghadiri kuliah umum dan Tablig Akbar bersama Imam Besar Islamic Center of New York, Amerika Serikat, Ustadz Dr. H. Muhammad Syamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., Sabtu (17/10/2026) yang dipusatkan di Masjid Ulil Albab Unismuh Palu.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar kampus, untuk menimba ilmu keislaman langsung dari ulama yang berkiprah di Amerika Serikat.
Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Semarak Milad ke-114 Muhammadiyah dan Tanwir Muhammadiyah 2026 yang diselenggarakan di Palu.
Menurut Prof Rajindra, kunjungan Ustadz Syamsi Ali merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta yang hadir pada kegiatan tersebut.
Kehadiran tokoh Muslim yang berdakwah di Amerika Serikat itu diharapkan dapat memperluas wawasan keislaman sekaligus memberikan inspirasi bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah.
Rajindra yang juga Ketua Panitia Penerima Tanwir, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menyerap ilmu serta pengalaman yang disampaikan oleh Ustadz Syamsi Ali.
“Kesempatan seperti ini harus kita manfaatkan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tidak setiap saat kita bisa bertemu langsung dengan ulama yang memiliki pengalaman berdakwah di tengah masyarakat internasional,” pesan Rajindra
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, H.M. Amin Parakkasi, mengaku bersyukur atas kunjungan Ustadz Syamsi Ali ke Palu. Ia menilai kehadiran imam besar asal Sulawesi Selatan, yang berkiprah 30 tahun di New York tersebut, menjadi kesempatan penting bagi warga Muhammadiyah untuk memperdalam pemahaman keagamaan.
Amin berharap kegiatan itu tidak hanya menjadi forum untuk mendengarkan ceramah, tetapi juga mendorong peserta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Dakwah Islam perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang mencerahkan, menyejukkan, dan mampu menjawab tantangan masyarakat. Karena itu, pengalaman Ustadz Syamsi Ali dalam membangun kehidupan keislaman di lingkungan masyarakat yang beragam di Amerika Serikat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penguatan dakwah di Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Sementara dalam tausiyahnya, Ustadz Syamsi Ali mengajak umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah Sulawesi Tengah, untuk menjadikan Islam sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya memperkuat keimanan, memperluas wawasan keilmuan, serta menunjukkan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.
Ustadz Syamsi Ali juga mengingatkan bahwa dakwah Islam tidak cukup dilakukan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku dan keteladanan.
“Sikap jujur, amanah, menghargai sesama, serta memberikan manfaat bagi orang lain merupakan bagian penting dari upaya menunjukkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata,” jelasnya.
Pengalaman berdakwah di Amerika Serikat, lanjutnya, memberikan pelajaran tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Umat Islam perlu hadir sebagai bagian dari solusi, menjaga persaudaraan, dan menunjukkan bahwa ajaran Islam membawa rahmat bagi seluruh alam.
Pesan tersebut relevan dengan tantangan dakwah masa kini, ketika umat Islam dituntut tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial yang damai, adil, dan berkemajuan.
Kegiatan kuliah umum dan Tablig Akbar ini dipandu oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Sulawesi Tengah, Dr. Fery, S.Sos., M.Si.
Fery mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat tradisi keilmuan dan pengaderan di lingkungan Muhammadiyah.
Menurutnya, menghadirkan ulama dengan pengalaman dakwah internasional merupakan kesempatan untuk memperkaya perspektif keislaman sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi perubahan zaman.
Fery berharap, ilmu dan pengalaman yang dibagikan Ustadz Syamsi Ali dapat menjadi bekal bagi warga Muhammadiyah, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan dakwah yang berilmu, berakhlak, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Fery juga menekankan bahwa semangat Milad ke-114 Muhammadiyah dan penyelenggaraan Tanwir 2026 di Palu harus diterjemahkan ke dalam gerakan nyata. “Penguatan iman, ilmu, akhlak, dan amal perlu berjalan beriringan agar Muhammadiyah terus memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Unismuh Palu bersama PWM Sulawesi Tengah berharap semangat dakwah dan gerakan pencerahan Muhammadiyah semakin menguat, sekaligus memperluas wawasan umat dalam menghadapi tantangan kehidupan di tingkat lokal maupun global.
Kegiatan kuliah umum dan Tablig Akbar tersebut, juga diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Sejumlah peserta, baik dari kalangan warga Muhammadiyah maupun mahasiswa universitas Muhammadiyah Palu, memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada Ustadz Syamsi Ali. Beragam pertanyaan tersebut dijawab secara lugas dan jelas, sehingga menambah wawasan peserta sekaligus memperkaya pemahaman mereka terhadap persoalan keislaman dan tantangan dakwah di era global. Kegiatan itu mengangkat tema Tantangan Dakwah Global Menuju Peradaban ilmu, Akhlak, dan Amal Nyata.**













