KAREBA SULTENG, PALU- Ditengah memanasnya situasi konflik antara Nunu dan Anoa, ada pihak yang diduga sengaja melakukan provokasi.
Pasalnya, pada Jumat malam sekitar pukul 00.00 wita di Jalan Agatis, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, sejumlah orang disinyalir berstatus pelajar, berboncengan menggunakan 4 unit sepeda motor, diduga meledakan petasan di tempat tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, setelah meledakan petasan, sejumlah orang tersebut sempat dikejar dan melarikan diri. Namun akhirnya diringkus aparat kepolisian yang sedang melaksanakan jaga malam.
Sejumlah orang tersebut beralamat di beberapa wilayah Kota Palu.
Kapolsek Palu Selatan, AKP Mohamad Kasim dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (5/9/2026) membenarkan kejadian tersebut.
“Iya memang ada tadi malam yang diamankan aparat kepolisian,” ungkapnya.
Menurut Kapolsek, salah seorang yang diamankan tersebut, membawa senjata tajam. Namun untuk informasi selengkapnya, ia menyarankan untuk menghubungi pihak Polresta Palu.
“Setelah ditangkap tim patroli, mereka dibawa ke Polresta Palu untuk dilakukan pembinaan. Untuk lebih jelasnya, konfirmasi ke Polresta,” ucapnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail dihubungi di telepon selulernya via whatsapp juga membenarkan peristiwa tersebut.
“Betul ada 8 orang sementara diamankan, dan penyidik lagi lakukan pemeriksaan. Saya masih di luar kota,” tulisnya.
Kedepan orang tersebut lanjut Ismail, diamankan di Jembatan Lalove Palu. Mayoritas masih dibawah umur.
“Saya belum tau pasti apakah mereka pelajar. Namun hampir semua berusia 15 tahun. Untuk alamat mereka, saya juga belum tau pasti. Mereka kedapatan membawa senjata tajam dan petasan. Nanti kami akan memanggil orang tua pemuda tersebut,” terangnya.**(FN)













