HUKUM  

Nunu Anoa Kembali Bentrok, Polisi Siapkan Penjagaan Berlapis

Aparat kepolisian saat mengamankan bentrok Nunu da Anoa di Jembatan Lalove Kota Palu/foto: Firmansyah

KAREBA SULTENG, PALU- warga Nunu dan Anoa kembali bentrok pada Jumat dini hari (4/9/2026), sekitar pukul 01.30 wita.

Berdasarkan amatan media ini, awal mula terjadinya kembali bentrokan bermula terjadinya konsentrasi massa di jembatan Lalove.

Dua massa kemudian saling memprovokasi. Sejumlah tameng berjejer diantara dua belah pihak. Terdengar suara dentuman keras diselingi petasan ditengah-tengah bentrokan.

Sekira pukul 03.00 wita, Kapolres Palu, Kombes Pol Hari Rosena, didampingi Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhamad Kasim, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nunu bersama Tim Jaguar meminta kedua belah pihak untuk mundur ke wilayah masing-masing. Tak lama berselang, Tim Brimob tiba di tengah-tengah area jembatan Lalove.

Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena saat diwawancarai di jembatan Lalove mengatakan bahwa bentrokan bermula adanya suara letusan. Sehingga terjadi konsentrasi massa.

“Yang saya dengar ada suara letusan, sehingga kedua belah pihak ini siap-siap. Intinya ini kan mereka dari dulu,” jelasnya.

Guna mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, pihaknya akan melaksanakan penjagaan berlapis di area rawan pertikaian.

“Sekitar dua minggu sebelumnya, personil melakukan penjagaan di sejumlah pos. Namun melihat keadaan mulai landai, personil hanya melakukan patroli. Karena melihat polisi berkurang, akhirnya mereka cari-cari kesempatan. Untuk itu, kami akan melakukan penjagaan berlapis,” tegas Kapolresta Palu.

Ia juga berpesan kepada kedua belah pihak, utamanya kepada tokoh masyarakat untuk mengimbau para pemuda agar bisa menahan diri.

“Mau sampai kapan pertikaian ini, kasihan warga yang usaha. Kita upayakan bagaimana situasi ini bisa kembali kondusif,” ujar Kapolresta Palu.

Di bagian utara jembatan Lalove, tepatnya di jembatan gantung yang menghubungkan dua wilayah Nunu dan Maesa, terjadi konsentrasi massa. Namun Tim Jaguar Polresta Palu mengamankan situasi. Sekitar pukul 03.55 wita, massa membubarkan diri.**(FN)