KAREBA SULTENG, PALU- Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, SE., M.A.P., memimpin Rapat Sinergitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palu, Senin (24/8/2026), di Kiaora, Kota Palu.
Rapat yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu tersebut diikuti unsur Forkopimda, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kota Palu, serta pihak terkait lainnya.
Mengawali arahannya, Imelda menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, yang belum dapat hadir karena masih menjalankan tugas di luar daerah.
Imelda menjelaskan, rapat tersebut merupakan rapat koordinasi sinergitas kedua yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palu sepanjang 2026. Sebelumnya, rapat serupa digelar menjelang Hari Raya Iduladha dengan membahas sejumlah isu strategis dan menghasilkan beberapa rekomendasi.
Dalam rakor kali ini, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kembali menjadi perhatian utama, termasuk berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Rakor ini merupakan yang kedua di tahun 2026. Sebelumnya, sebelum Iduladha, kita sudah membahas berbagai isu strategis dan menghasilkan beberapa rekomendasi. Hari ini kembali kita membahas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Palu, termasuk isu-isu yang sedang menjadi perhatian,” ujar Imelda.
Selain persoalan tawuran dan perselisihan antarwilayah, Imelda menyoroti maraknya isu perjudian online (judol) yang dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Imelda juga meminta para camat menyampaikan secara terbuka kondisi riil di wilayah masing-masing, termasuk persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan yang membutuhkan penanganan segera.
“Tadi pagi saya menerima tamu dari teman-teman pendamping PKH. Selain tawuran dan perselisihan antarwilayah, salah satu isu strategis yang sekarang menjadi perhatian adalah masalah judi online,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh camat harus aktif menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di wilayahnya agar dapat dipetakan dan ditindaklanjuti secara bersama-sama.
“Kita meminta semua camat berbicara di pertemuan ini, menyampaikan kondisi wilayah masing-masing. Alhamdulillah hari ini kita lengkap,” katanya.
Imelda berharap rakor Forkopimda tidak berhenti sebagai agenda rutin maupun sekadar menggugurkan kewajiban. Menurutnya, forum tersebut harus mampu melahirkan solusi dan langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya berharap rakor ini tidak sia-sia dan bukan hanya menggugurkan kewajiban. Yang kita harapkan adalah ada solusi terhadap permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinergitas dan komunikasi antarinstansi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat di Kota Palu.
Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat dapat diidentifikasi sejak dini, ditindaklanjuti secara bersama-sama, serta dicarikan solusi yang tepat guna mewujudkan Kota Palu yang aman, tertib, dan kondusif.**













