HUKUM  

Nunu Anoa Bentrok Lagi, Dua Warga Terluka

Kapolresta Palu saat berembuk bersama perwakilan dua kubu yang bertikai usai bentrokan/foto: Firmansyah

KAREBA SULTENG, PALU- Warga Kelurahan Nunu dan Anoa kembali bentrok pada Kamis malam sekitar pukul 11.30 wita. Dua kubu saling serang di kawasan Jalan Anoa hingga jembatan Lalove Kota Palu.

Dari amatan media ini, dua kubu dibekali senjata tajam. Bukan hanya itu, terdengar suara dentuman keras disertai percikan kembang api. Bahkan berseliweran mata panah di tengah pertikaian.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, dua kubu yang bertikai berhasil dilerai pihak aparat kepolisian bersama TNI.

Ditengah jembatan Lalove Palu, perwakilan dua kubu dipertemukan bersama oleh Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena.

Nampak Kapolresta Palu memberikan wejangan dan solusi untuk meredam konflik antara dua wilayah yang notabene masih berkerabat.

Ditengah negosiasi, perwakilan warga Kelurahan Nunu meminta aparat kepolisian untuk segera meringkus beberapa orang tersangka pelaku pengoroyokan security.

“Menurut informasi, masih ada beberapa pelaku yang belum tertangkap. Olehnya, Warga Nunu menginginkan pelaku utama penebasan ditangkap,” ujar perwakilan warga Nunu.

Sementara itu, perwakilan warga Anoa membeberkan bahwa warga Nunu melakukan penyerangan ke wilayah mereka.

Menyikapi hal itu, Kapolresta Palu meminta kedua belah pihak untuk melaksanakan piket di perbatasan wilayah masing-masing.

“Solusinya buat saja piket di dua wilayah yang bertikai. Bila perlu di tengah jembatan kita adakan permainan domino bersama dua belah pihak. Ini bukan lagi zaman kerajaan Majapahit saling berperang. Kalau ada saran dari kedua belah pihak bisa diutarakan agar suasana bisa kondusif,” ucap Kapolresta Palu.

Tidak lama berselang, tiga unit mobil tim anti huru-hara Brimob melakukan penjagaan di antara dua wilayah yang bertikai.

Kapolsek Palu Selatan, AKP Mohamad Kasim ditemui di lokasi bentrok menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada kedua belah pihak untuk membuat pos di perbatasan wilayah masing-masing.

“Berdasarkan kesepakatan tokoh masyarakat saat berkumpul bersama pak Kapolresta Palu usia bentrokan, maka dibuat pos di perbatasan wilayah masing-masing. Untuk korban kami belum bisa memastikan. Tapi informasi ada dua orang warga terluka terkena busur. Kami masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Usai rembuk bersama, perwakilan dua belah pihak yang bertikai melakukan sesi foto bersama dan berjabat tangan sambil berpelukan. Suasana yang sebelumnya mencekam, luruh dalam suasana kekeluargaan.

Hingga berita ini ditayangkan, suasana di Jalan Anoa dan Jembatan Lalove kondusif. Nampak petugas gabungan melakukan pengamanan.**(FN)