Pemkot Palu Siapkan Generasi Penerus Penyelenggara Jenazah Lewat Pelatihan di Tondo

Kegiatan pelatihan penyelenggara Jenazah di Kelurahan Tondo/foto: Imron

KAREBA SULTENG, PALU- Pemerintah Kota Palu terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam pelayanan keumatan. Hal itu diwujudkan melalui Pelatihan Penyelenggara Jenazah yang digelar di Masjid An-Nur, Kampung Asean, Kelurahan Tondo, Kota Palu, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palu melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Palu tersebut secara resmi dibuka Wali Kota Palu yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, H. Usman, S.H., M.H. Pelatihan diikuti sejumlah masyarakat di wilayah sekitar.

Dalam sambutannya, Usman mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Palu memperkuat peran lembaga keagamaan dan masyarakat dalam memberikan pelayanan keumatan.

Menurutnya, salah satu arah pembangunan Kota Palu tahun 2026–2030 melalui visi “Palu Mantap Berkelanjutan yang Akseleratif, Inovatif dan Kolaboratif” menempatkan kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan penyelenggara jenazah, sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial keagamaan.

“Hal ini sesungguhnya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palu serius untuk meletakkan lembaga keagamaan, termasuk para penyelenggara jenazah, untuk bersama secara kolaboratif melakukan berbagai hal yang berakibat meningkatnya ketakwaan dan kohesifitas sosial di tengah masyarakat Kota Palu,” ujar Usman.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi para petugas penyelenggara jenazah.

Dalam ajaran Islam, kata Usman, mengurus jenazah merupakan fardhu kifayah. Karena itu, umat Islam perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan seluruh tahapan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga menguburkan sesuai ketentuan syariat.

Namun, keterampilan tersebut dinilai masih cukup sulit ditemukan di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Pelaksanaan fardhu kifayah dalam penyelenggaraan jenazah saat ini masih banyak didominasi oleh kalangan orang tua.

“Padahal, penyelenggaraan jenazah tidak akan pernah berhenti selama umat Islam masih ada. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan ini harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Usman berharap, pelatihan tersebut menjadi momentum untuk menambah sekaligus mengembangkan wawasan masyarakat mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah yang benar dan sesuai tuntunan agama.

Ia juga meminta para peserta tidak hanya memahami materi selama pelatihan, tetapi mampu mempraktikkannya di lapangan dan meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta harus dapat menyerap dan mempraktikkan sesuai dengan materi pelatihan di lapangan nantinya. Peserta juga harus mampu mengestafetkan pengetahuan tentang cara penyelenggaraan jenazah kepada masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Palu turut menyampaikan apresiasi kepada para instruktur dan narasumber yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta.

Usman berpesan agar seluruh peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu sekaligus diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjalankan nilai-nilai agama dengan tetap berpegang pada adat istiadat dan budaya setempat.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para pegawai syara dan penyelenggara jenazah yang selama ini telah memberikan pelayanan keumatan di wilayah masing-masing.

“Selaku Pemerintah Kota Palu, kami mengucapkan terima kasih terhadap peran aktif yang selama ini disumbangsihkan oleh para pegawai syara dan penyelenggara jenazah dalam memberikan pelayanan keumatan di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Pemkot Palu, lanjut Usman, berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap keberadaan dan kondusivitas para pegawai syara serta penyelenggara jenazah agar dapat menjalankan fungsi pelayanan keumatan secara optimal di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Palu berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemulasaran jenazah. Dengan demikian, keberlanjutan pelaksanaan fardhu kifayah dapat terus terjaga di tengah masyarakat Kota Palu.**