Palu Diwarnai Konflik, Hadianto Tegaskan Camat-Lurah Harus Aktif Jaga Wilayah

Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid saat pertemuan bersama camat dan lurah/foto: Jufri

KAREBA SULTENG, PALU- Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE meminta seluruh camat dan lurah se-Kota Palu meningkatkan perhatian terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

Pesan tersebut disampaikan Hadianto saat menggelar pertemuan bersama para camat dan lurah se-Kota Palu di Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Senin (10/8/2026).

Pertemuan itu menjadi momentum evaluasi sekaligus memperkuat koordinasi jajaran kewilayahan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah kondisi keamanan Kota Palu. Hal ini menyusul sejumlah kejadian kriminal dan konflik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kondisi keamanan di wilayah kita perlu diperhatikan. Dalam beberapa waktu terakhir ada kejadian-kejadian kriminal, baik pencurian, kemudian konflik antara warga, maupun konflik antarwilayah,” ujar Hadianto.

Menurutnya, persoalan keamanan tidak boleh hanya ditangani setelah sebuah kejadian terjadi. Camat dan lurah dituntut mampu membaca perkembangan situasi di wilayah masing-masing serta mengenali potensi persoalan sejak dini.

Hadianto menekankan pentingnya deteksi dini agar pemerintah bersama unsur terkait dapat segera mengambil langkah pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

“Deteksi dini menjadi penting. Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika persoalan sudah terjadi,” tegasnya.

Ia mengatakan, camat dan lurah memiliki posisi strategis karena merupakan jajaran pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat setiap hari.

Karena itu, komunikasi antara pemerintah kewilayahan dan masyarakat harus terus diperkuat. Komunikasi yang intensif dinilai dapat membantu pemerintah lebih cepat mengetahui persoalan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

“Kelemahan kita dalam membangun dan menjaga komunikasi, kita para kepala-kepala wilayah dengan masyarakat, harus kita perkuat,” kata Hadianto.

Wali Kota juga mengingatkan camat dan lurah agar tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan. Pemerintah kewilayahan harus aktif membangun komunikasi dengan warga secara berkelanjutan, termasuk memberikan edukasi dan pesan-pesan mengenai pentingnya menjaga keamanan serta ketertiban bersama.

Hadianto meyakini, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan berdampak langsung terhadap kondisi sosial di lingkungan masing-masing.

Ketika hubungan pemerintah dengan warga terbangun dengan baik, berbagai persoalan dapat diketahui lebih cepat sehingga penyelesaiannya pun dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

“Pesan-pesan seperti ini kerap dan sering saya sampaikan. Saya minta tolong, kalau melaksanakan, ingat, komunikasi baik yang kita lakukan kepada masyarakat, maka masyarakat akan membaik,” pungkasnya.

Melalui pertemuan tersebut, Hadianto berharap seluruh camat dan lurah semakin aktif menjalankan fungsi kewilayahan. Tidak hanya dalam pelayanan pemerintahan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Pemkot Palu juga mendorong penguatan koordinasi antara kecamatan, kelurahan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang semakin aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kota Palu.**