DAERAH  

Masa Tanggap Darurat Gempa Sigi Berakhir, Pemkab Evaluasi Data Kerusakan Rumah 

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi/foto: Ardi

KAREBA SULTENG, SIGI- Masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi resmi berakhir pada Selasa (30/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Sigi masih melakukan evaluasi terhadap data kerusakan rumah yang telah diumumkan kepada masyarakat melalui mekanisme uji publik.

Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, mengatakan data hasil pendataan telah dikunci dan ditempel di seluruh desa serta kecamatan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan sanggahan.

“Hari ini (selasa-red) masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi berakhir. Data yang telah kami kunci sudah ditempel di desa-desa dan kecamatan untuk diuji publik. Sudah ada beberapa sanggahan yang masuk, dan besok Rabu 1 Juli 2026 kami akan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya setelah masa sanggah,” ujarnya.

Berdasarkan data per Selasa (30/6/2026), jumlah rumah dengan kategori rusak ringan mencapai 2.551 unit setelah bertambah 562 unit selama masa sanggah. Sementara rumah rusak sedang tercatat sebanyak 1.195 unit atau bertambah empat unit, sedangkan rumah rusak berat menjadi 266 unit setelah bertambah 15 unit.

Samuel menjelaskan jumlah tersebut masih berpotensi berubah karena tim asesmen akan melakukan verifikasi lanjutan di lapangan.

“Data ini masih bisa berkembang, baik bertambah maupun berkurang berdasarkan hasil asesmen. Tim yang ditugaskan merupakan personel yang telah dibekali keterampilan dan pelatihan khusus untuk menentukan kategori kerusakan rumah, baik ringan, sedang maupun berat,” katanya.

Ia menambahkan, Rabu (1/7/2026) pukul 13.00 WITA akan digelar rapat terpadu Satuan Tugas Penanganan Bencana di Kantor Bupati Sigi yang dipimpin langsung oleh Bupati Sigi. Rapat tersebut akan membahas evaluasi pelaksanaan masa tanggap darurat sekaligus langkah-langkah memasuki masa transisi pemulihan pascabencana.

Menurut Samuel, seluruh personel yang selama ini bertugas di lapangan untuk sementara akan ditarik seiring berakhirnya masa tanggap darurat. Selanjutnya, hanya personel yang masih dibutuhkan sesuai keputusan Satgas yang akan kembali melanjutkan tugas di lapangan.

Rapat terpadu itu direncanakan dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Sigi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial, Sekretaris Daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya. Hasil rapat selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah.

Samuel juga menyampaikan informasi dari BPBD dan BMKG yang menunjukkan aktivitas kegempaan di wilayah Kabupaten Sigi terus mengalami penurunan, baik dari sisi intensitas maupun magnitudo.

“Kami berharap Kabupaten Sigi dapat segera pulih dan bangkit kembali. Pada masa transisi pemulihan nanti, seluruh sarana, prasarana, dan infrastruktur dasar diharapkan dapat kembali berfungsi sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal,” tutupnya.** (Ardi)