DAERAH  

PWI Salurkan Bantuan untuk Warga dan Pesantren di Buol

Giat penyaluran bantuan Sembako dan material bangunan untuk warga dan pesantren di Kabupaten Buol/foto: PWI Buol

KAREBA SULTENG, BUOL- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buol,-Tolitoli Sulawesi Tengah, menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat penerima manfaat melalui program PWI Peduli, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini menyasar 45 penerima manfaat yang tersebar di wilayah perkotaan Buol serta satu lembaga pendidikan pesantren.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako kepada warga serta material bahan bangunan untuk mendukung pembangunan kembali asrama santri di Pesantren Farid As-Sholeh yang sebelumnya roboh akibat bencana alam.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, Ketua PWI Sulawesi Tengah, Triputra Toana memberikan arahan langsung kepada panitia, menurutnya langkah PWI Buol-Tolitoli untuk menyentuh langsung warga miskin di pusat kota Buol adalah hal yang tepat.

“Rekan-rekan PWI di buol yang tahu kondisi masyarakat disitu , berjalan saja sesuai niat, sampaikan amanah para donatur untuk orang-orang yang betul-betul membutuhkan,” ungkap Triputra ketika memberikan arahan kepada panitia (13/3).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PWI Buol-Tolitoli, Syahrul SH, yang juga menjabat sebagai Ketua PWI Peduli Provinsi Sulawesi Tengah. Penyaluran bantuan dimulai sejak pukul 09.00 WITA, dengan titik start dari Sekretariat PWI Buol sebelum panitia bergerak menuju rumah-rumah penerima yang telah didata sebelumnya.

Syahrul mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

“Ramadan ini PWI Peduli menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Buol. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,” kata Syahrul.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.

Program PWI Peduli di Kabupaten Buol digerakkan oleh seluruh anggota PWI setempat yang berjumlah 12 wartawan. Persiapan kegiatan ini tergolong singkat, hanya sekitar satu minggu sejak inisiasi hingga proses penggalangan dana.

Dana kegiatan berasal dari swadaya anggota PWI serta dukungan berbagai pihak yang turut berpartisipasi menitipkan donasi untuk disalurkan melalui program tersebut. Beberapa di antaranya berasal dari Polres Buol, Kejaksaan Negeri Buol, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta pihak swasta.

Dalam proses penyaluran bantuan, panitia menemukan berbagai kondisi kehidupan masyarakat yang masih berada di bawah standar kelayakan. Beberapa warga diketahui tinggal di rumah yang hampir roboh, rumah yang digenangi rawa, hingga rumah berukuran sangat kecil yang difungsikan sekaligus sebagai ruang tamu, kamar tidur, dan dapur. Ada pula warga yang menempati lahan milik orang lain karena tidak memiliki tempat tinggal sendiri.

Selain itu, sejumlah penerima bantuan merupakan penyandang disabilitas yang juga hidup dalam kondisi ekonomi terbatas.

Salah satu penerima bantuan, Ibu Herlina, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia bahkan tak kuasa menahan haru saat menerima paket sembako dari panitia.

“Terima kasih banyak kepada PWI. Bantuan ini sangat berarti bagi saya, apalagi menjelang bulan Ramadan. Saya tinggal sendiri dan kondisi ekonomi memang sangat sulit,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, bantuan material bangunan juga disalurkan kepada Pesantren Farid As-Sholeh di Desa Negeri Lama untuk membantu pembangunan kembali asrama santri yang roboh akibat bencana alam.

Menurut Syahrul, program ini merupakan bagian dari komitmen sosial organisasi wartawan agar tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga hadir langsung membantu masyarakat.

“PWI tidak hanya menulis dan memberitakan. Kami juga ingin hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Syahrul.

Melalui kegiatan ini, PWI Buol-Tolitoli berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat serta mendorong berbagai pihak untuk bersama-sama memperkuat budaya berbagi, khususnya pada momentum Ramadan.**(Sumber : Rilis PWI Peduli Sulteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *