KAREBA SULTENG, PALU- Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Karsa Institute dan Yayasan Care Indonesia, menggelar Workshop Pembelajaran (Lesson Learned) Implementasi Program WE NEXUS sebagai upaya memvalidasi hasil pelaksanaan program sekaligus merumuskan arah kebijakan lanjutan yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis pagi, (29/1/2026), bertempat di Hotel Best Western Coco Palu, dan diikuti oleh unsur organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, lembaga mitra, organisasi perempuan, pemuda penerima manfaat, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Workshop ini bertujuan menghimpun dan menguji pembelajaran utama dari pelaksanaan Program WE NEXUS yang telah berjalan selama dua tahun di Kabupaten Sigi, khususnya dalam memperkuat ketahanan komunitas yang inklusif dan berkeadilan.
Secara khusus, forum ini membahas tiga fokus utama, yakni mengidentifikasi perubahan paling bermakna (Most Significant Change) pada tingkat kebijakan, kelembagaan desa, dan komunitas, menganalisis praktik baik, tantangan, serta faktor kunci keberhasilan program, serta merumuskan rekomendasi kebijakan dan rencana tindak lanjut yang dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan penganggaran daerah maupun desa.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sigi, Anwar, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum pembelajaran ini menjadi ruang strategis untuk memastikan bahwa hasil program tidak berhenti pada laporan, melainkan menjadi dasar kebijakan yang aplikatif.
“Pembelajaran dari Program WE NEXUS penting untuk memastikan pembangunan dan pemulihan berjalan secara inklusif, sensitif terhadap konflik, serta mampu memperkuat perlindungan kelompok rentan, khususnya perempuan dan pemuda,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Sigi merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam dan dinamika sosial, sehingga pendekatan ketahanan (resilience) harus dibangun secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga sosial dan kelembagaan.
Sementara itu, Bupati Sigi dalam sambutan tertulis yang dibacakan pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam implementasi Program WE NEXUS di daerah tersebut.
“Kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui Program WE NEXUS telah memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya pembangunan yang berpusat pada manusia, memperkuat kohesi sosial, dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” kata Bupati.
Bupati berharap hasil workshop ini dapat menjadi landasan nyata dalam memperkuat ketahanan daerah serta diintegrasikan ke dalam kebijakan dan mekanisme pembangunan daerah ke depan.
CEO Yayasan Care Indonesia, Doktor Abdul Wahib Situmorang, menjelaskan bahwa pendekatan WE NEXUS menggabungkan prinsip kemanusiaan, pembangunan, dan perdamaian sebagai satu kesatuan yang saling terkait.
“Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, usia, maupun gender. Pengalaman dua tahun implementasi menunjukkan meningkatnya partisipasi perempuan dan pemuda dalam proses pembangunan di tingkat komunitas,” jelasnya.
Melalui workshop ini, para pemangku kepentingan diharapkan memiliki pemahaman bersama mengenai praktik baik Program WE NEXUS sekaligus menyepakati strategi keberlanjutan sebagai bagian dari exit strategy program di Kabupaten Sigi.
Hingga rilis ini tayang, acara masih sementara berlangsung dan direncanakan pada sore harinya akan di tutup langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae.**(SUMBER : PIKP & PERSANDIAN)













