KAREBA SULTENG, PALU- Diduga lalai dalam memindahkan botol dan jergen bensin, memicu kobaran api yang menghanguskan 2 unit rumah dan 1 kios di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kota Palu, Senin malam (9/2/2026) sekitar pukul 20.15 wita.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kobaran api pertama terlihat di bagian depan rumah kios tempat jeriken dan botol berisi bensin disimpan.
Api kemudian dengan cepat membesar dan mulai membakar barang-barang di dalam kios hingga warga turun tangan membantu evakuasi.
“Saya melihat api sudah membesar saat melintas dan langsung membantu pemilik untuk menyelamatkan barang,” ujar saksi.
Api semakin cepat membesar diduga akibat adanya botol dan jeriken berisikan bensin yang menjadi pemicu kebakaran.
Dari keterangan korban, kebakaran bermula saat korban bersama anaknya sedang memindahkan bensin dari jeriken 35 liter ke botol-botol kecil.
Kondisi lampu padam saat itu membuat anak korban menyalakan lilin, yang kemudian diletakkan di dekat tumpukan bensin.
Api kemudian menyambar botol dan jeriken sehingga terjadi ledakan kecil dan api langsung membesar. Berkat bantuan warga, korban dan anaknya berhasil keluar tanpa mengalami luka serius.
“Api cepat sekali membesar karena banyak bahan mudah terbakar di dalam kios, dan api itu kemudian merambat ke rumah barbershop di sebelahnya,” jelas Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim, S.H. saat ditemui di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 20.22 WITA, sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran Kota Palu tiba di lokasi untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan. Proses ini berlangsung hingga kurang lebih pukul 21.15 WITA, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa korban jiwa. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ± Rp300 juta.
Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Palu Selatan menyatakan akan segera menindaklanjuti pengecekan di lokasi kejadian bersama tim terkait, sehingga penyebab pasti kebakaran dapat diketahui secara hukum dan teknis, serta menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam penanganan bahan mudah terbakar seperti bensin.
Lebih lanjut Kapolresta menegaskan, “Penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan saat bekerja di area rumah dan kios, terutama saat menggunakan penerangan pada saat listrik padam karena ini bisa menjadi salah satu faktor risiko kebakaran.”
Penyelidikan awal menunjukkan, kebakaran ini kemungkinan besar disebabkan oleh kelalaian saat pengisian dan penyaluran bensin serta penggunaan lilin dekat bahan mudah terbakar, sehingga masyarakat diharapkan lebih waspada terutama saat memasukkan bahan bakar di ruang tertutup.**













